Cerita Rakyat Tentang Kisah Manik Angkeran

Tuesday, November 25th 2014. | Kumpulan Cerita

Cerita Rakyat Tentang Manik Angkeran

Cerita Rakyat Tentang Kisah Manik Angkeran

Pada zaman dahulu ada sebuah kerajaan yang bernama Daha. Disana hidup seorang Brahmana bernama Sidi Mantra yang begitu sakti. Gurunya menghadiahinya harta benda dan juga seorang istri yang begitu cantik. Dari pernikahannya itu ia memiliki seorang anak bernama Manik Angkeran.

Manik Angkeran merupakan pemuda yang pandai juga gagah, namun ia memiliki sifat yang kurang baik. Yaitu ia suka berjudi. Ia sering kalah, dan terpaksa harus mempertaruhkan harta orang tuanya. Malah tak jarang dia berhutang kepada orang lain. Karena manik tidak dapat membayar hutang, iapun meminta ayahnya intuk berbuat sesuatu. Ayahnya berpuasa dan juga berdoa memohon kepada sang dewa-dewa. Secara tiba-tiba, ia mendengar sesuatu.

“Hei Sidi Mantra, pergilah kau ke Gunung Agung. Disana terdapat harta karun yang dijaga oleh seekor naga bernama Naga Basukih, mintalah padanya untuk memberikan sedikit hartanya”.

Sidi mantrapun pergi kesana dengan mengatasi semua rintangan yang ia dapatkan. Setelahnya ia berada di kawah gunung tersebut, ia lansgung duduk sila sambil membaca mantra dan memanggil naga tersebut. Tak lama setelah itu keluarlah sang naga. Dan setelahnya ia mendengar maksud dari Sidi Mantra, sang Nagapun dengan segera menggeliat dan keluarlah emas juga intan dari sisiknya. Setelahnya ia mengucapkan terima kaish iapun akhirnya memohon diri untuk pulang. Semua harta yang didapatkannya itu di berikan kepada anaknya (Manik Angkeran) dengan harapan ia tidak lagi berjudi. Namun sayang semua harta itu habis dipakai untuk taruhan, diapun meminta bantuan lagi kepada ayahnya namun ia menolak.

Tak lama setelah itu, Manik Angkeran pergi ke gunung setelahnya ia mendengar kalau harta itu ayahnya dapat dari Gunung Agung. Manik hanya tahu jika sampai disana harus membaca mantra namun sebelumnya ia belum pernah belajar tentang mantra. Iapun hanya membawa genta yang dicuri dari ayahnya saja.

Sesampainya ia di kawah, gentanya ia mainkan, namun ia takut ketika ia melihat naga yang begitu besar. Setelah naga mendengar maksud kedatangannya ia berkata.

“Aku akan berikan hartaku padamu, namun kau harus berjanji untuk tidak berjudi lagi, mengubah kelakuanmu. Ingatlah pada hukum karma”. Ucap sang Naga.

Namun keyika sang Naga mengeluarkan emas dan intan dari sisiknya, ada niat jahat pada hati manik Angkeran untuk mendapatkanharta yang lebih, dengan itu ia memotong ekor sang Naga, ketika sang naga berputar ingin kembali ke sarangnya. Manik pun langsung lari dan tidak terkejar oleh sang Naga. Namun sang naga begitu sakti sehingga hanya dengan menjilat jejaknya manik angkeran, manik angkeranpun langsung terbakar menjadi abu.

Sidi Mantra pun sedih sangat ketika mendengar kematian anaknya itu. Dan dengan segera ia mengunjungi sang Naga dan memohon supaya anaknya itu ddihidupkan kembali. Sag Naga pun menyanggupinya namun dengan syarat ekornya dapat kembali seperti semula. Dengan kesaktian Sidi Mantra, akhirnya ekor ang Naga di pulihkan, dan Manik Angkeranpun hidup kembali. Manik pun meminta maaf dan tidak akan mengulanginya lagi dan akan berjanji menjadi orang yang baik. Sidi Mantra tahu kalau anaknya itu sudah bertaubat, namun ia juga mengerti kalau mereka sudah tidak bisa lagi hidup bersama.

“Kamu harus memulai hidupmu yang baru, namun bukan disini”. Ucap Sidi Mantra.

Dengan sekejap Manik Angkeranpun hilang. Dan di tempatnya ia berdiri timbullah sebuah sumber air yang semakin lama semakin besar hingga akhirnya menjadi laut. Dan dengan Tongkatnya Sidi Mantra, iapun membuat garis untuk memisahkan dia dengan anaknya. Dan tempat itu sekarang menjadi selat Bali yang memisahkan antara Pulau Jawa dan Pulau Bali.

Related For Cerita Rakyat Tentang Kisah Manik Angkeran