Cerita Rakyat Tentang Kisah Legenda Sangkuriang (Tangkuban Perahu)

Thursday, November 20th 2014. | Kumpulan Cerita

Cerita Rakyat Tentang Sangkuriang

Cerita Rakyat Tentang Kisah  Sangkuriang

Pada zaman dahulu, ada sepasang dewa dewi di kahyangan yang melakukan kesalahan. Sehingga dengan kesalahan itu mereka berdua dihukum oleh Sang Hyang tunggal dengan dikutuk menjadi hewan dan juga diturunkan ke bumi. Sang Dewi dikutuk menjadi babi hutan dengan nama Wayung Hyang dan sang dewa dikutuk menjadi anjing si Tumang.

Suatu ketika, sang babi hutan itu kehasuan sehingga ia meminum air yang ia temukan di sebuah batok kelapa. Namun secara tak di duga ternyata air itu merupakan air seni Raja Sungging Perbangka yang ketika itu ia kebelet di hutan.

Namun ajaibnya, sang Babipun hamil hasil dari ia meminum air seni sang Raja itu, dan melahirkan bayi perempuan yang cantik jelita. Namun ketika melahirkan sang babi meninggalkan bayi tersebut di tengah hutan, dan di temukan oleh sang Raja yang tanpa ia sadari bahwa bayi itu adalah anaknya sendiri.

Sang Raja pun membawanya ke Keraton dan membesarkannya. Bayi itu di beri nama Rarasati atau dikenal juga dengan sebutan Dayang Sumbi. Dayang Sumbi tumbuh mnejdi gadis yang begitu cantik, sehingga semua laki-laki tertarik padanya dan meminangnya. Namun Dayang Sumbi tak menginginkan semua laki-laki yang meminangnya sehingga peperanganpun terjadi karena merebutkan Dayang Sumbi.

Setelah itu Dayang Sumbi meminta kepada Raja untuk pergi ke sebuah bukit yang hanya di temani oleh seekor anjing bernama Si Tumang dala rangka mengasingkan diri. Selama ia di pengasingan, Dayang Sumbi disibukan denan menenun. Suatu saat ketika dayang Sumbi sedang menenun dengan asyiknya di atas bale-bale, torak yang digunakannya jatuh ke bawah, iapun malas mengambilnya dan hanya berkata:

“Siapa saja yang mengambilkan torak itu untukku, jika laki-laki akan ku jadikan suami, dan jika perempuan akan ku jadikan saudara”.

Beberapa saat kemudian, ternyata yang mengambil torak itu ternyata Si Tumang. Meskipun begitu Dayang Sumbi tetap harus menepati janjinya dengan menikahi Si Tumang yang tak lain merupakan seorang dewa yang begitu tampan juga gagah. Tak lama kemudian Dayang Sumbipun menikah, namun sang Raja merasa malu sehingga Dayang Sumbi pun terpaksa diasingkan ke hutan yang hanya di temani oleh Si Tumang.

Ketika malam bulan purnama tiba, Dayang Sumbi kaget karena Si Tumang berubah wujud menjadi seseorang yang Gagah dan juga tampan, awalnya ia tak percaya dan menganggap hanya mimpi saja hingga akhirnya Dayang Sumbipun hamil. Dayang Sumbi akhirnya melahirkan seorang anak laki-laki yang sangat tampan, ia beri nama Sangkuriang dan tumbuh menjadi seseorang yang begitu kuat juga tampan.

Suatu hari, Dayang Sumbi ingin memakan hati Kijang (Menjangan) dan menyuruh anaknya Sangkuriang untuk memburu sambil di temani oleh Si Tumang. Namun ketika di hutan Sangkuring tak juga melihat hewan-hewan yang bisa ia buru. Hingga akhirnya Sangkuriangpun melihat seekor babi dan memerintahkan Si Tumang untuk mengejarnya, namun hanya diam yang Si Tumang lakukan karena memang babi hutan itu tak lain merupakan nenek Sangkuriang. Sangkuriang kela melihat Si Tumang hang hanya diam saja, hingga iapun menakut-nakuti Si Tumang dengan panahnya, namun sayang tanpa ia sadari panahnya itu terlepas dan mengenai Si Tumang.

Sangkuriangpun kebingungan dan juga belum mendapatkan hewan satupun untuk memenuhi keinginan ibunya. Hingga akhirnya iapun menyembelih Si Tumang dan mengambil hatinya lalu diberikan ke ibunya.

Dayang Sumbipun sangat gembira ketika memakan hati itu karena merupakan hasil buruan anaknya sendiri. Namun ketika Dayang Sumbi tahu bahwa yang dimakan itu merupakan hatinya Si Tumang, iapun terlihat begitu marah karena sebenarnya Si Tumang itu adalah ayahnya Sangkuriang. Karena sangat marahnya Dayang Sumbi kepada Sangkuriang, akhirnya iapun memukul Sangkuriang dengan sendok tempurung hingga kepalanya terluka juga berdarah.

Karena Sangkuriang ketakukan melihat ibunya yang sangat marah, iapun pergi dan tak pernah kembali. Dayang Sumbipun merasa bersalah sehingga ia berdoa kepada Sang Hyang tunggal untuk dipertemukan kembali dengan anak semata wayangnya tu.

Setelahnya ia meninggalkan rumah, Sangkuriangpun pergi menjadi seorang pengembara juga pemburu sambil berguru ke petapa sakti. Iapun tumbuh menjadi laki-laki yang sangat tampan dan juga sakti, hingga suatu ketika ia tak sadar sudah ada di wilayah Dayang Sumbi yang dimana tempat itu merupakan tempat kelahirannya.

Suatu ketika, Sangkuriang bertemu dengan seorang putri yang begitu cantik, yang tak lain itu merupakan Dayang Sumbi yaitu ibunya sendiri. Dayang Sumbi bertapa selama ia ditinggalkan oleh Sangkuriang dan selama itu juga ia hanya memakan tanaman mentah sjaa sehingga ia terlihat awet muda.

Dayang Sumbipun akhirnya jatuh cinta pada ksatria tampan itu, begitu pula Sangkuriang jatuh cinta padanya.

Namun ketika suatu hari, Dayang Sumbi yang sedang menyisir rambutnya Sangkuriang melihat sebuah luka dan teringat kepada anaknya yang ketika itu juga memiliki luka dikepalanya karena di pukul oleh sendok tempurung olehnya. Hingga akhirnya Dayang Sumbi mengetaui bahwa laki-laki tampan itu merupakan anak kandungnya sendiri dan menjelaskan semua kebenarannya.

Namun meskipun Sangkuriang sudah mendapatkan penjelasan dari ibunya tetap saja ia ingin menikahi ibunya. Tapi Dayang Sumbipun terus menolaknya, dank arena Sangkuriang terus memaksa iapun memberikan syarat pinangan yang tak mudah untuk di penuhi. Dayang Sumbi menyuruh Sangkuriang untuk membuta perahu dan telaga (danau) dengan membendung sungai Citarum namun dalam waktu hanya satu malam saja. Karena Sanngkuriang terlanjur jatuh cinta pada ibunya itu, akhirnya ia mengabulkan permintaan untuk meminangnya itu dan mengerjakan permintaan itu bersama teman-temannya (Jin).

Sangkuriangpun membuat perahu dari pohon yang tumbuh di Timur. Yang menurut cerita tunggul pohon itu sekarang menjadi Gunung Bukit Tangul. Dan ranting yang ditumpukannya itu sekarang menjadi Gunung Burangrang.

Pembuatan danau dan kapalpun hampir selesai karena dibantu oleh jin. Namun Dayang Sumbi tak menginginkan pernikahan itu dan iapun terus berdoa kepada Sang Hyang Tunggal supaya Sangkuriang gagal dalam menyelesaikannya.

Akhirnya Dayang Sumbi mengibaskan boeh raring hasil tenunannya dengan seketika cahaya putih seperti fajar yang terbit dari timu keluar dari kain tersebut. Para Jin pun mengira kalau hari sudah pagi dan merekapun berhenti membnatu Sangkuriang dan pergi ketakutan. Sangkuriangpun merasa kesal dan ia langsung mnejebol bendungan danau itu yang berada di Sanghyang Tikoro. Dan sumbatan danau tersebut dilemparkan kea rah timur yang kini menjadi Gunung Manglayang. Perahu yang ia buat pun ia tending ke utara hingga kini menjadi Gunung Tangkuban Perahu.

Related For Cerita Rakyat Tentang Kisah Legenda Sangkuriang (Tangkuban Perahu)