Cerita Rakyat Tentang Kisah Bawang Merah dan Bawang Putih

Friday, November 28th 2014. | Kumpulan Cerita

Cerita rakyat Tentang Bawang Merah dan Bawang Putih..

Kisah Bawang Merah dan Bawang Putih

Zaman dahulu tingallah sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan seorang gadis cantik bernama Bawang Putih. Mereka hidup bahagia meskkipun ayahnya hanya seorang pedagang biasa. Namun sutau hari ibunya itu terserang penyakit hingga ia meninggal. Bawang Putih dan ayahnyapun sangat berduka.

Di desa itu tinggal seorang janda dan seorang anak perempuan yang bernama Bawang Merah. Sejak ibunya Bawang Putih meninggal mereka sellau dtang mengunjungi rumah Bawang Putih baik itu hanya sekedar ngobrol maupun memberikan makanan. Semenjak itu, sang Ayah menganggap bahwa kalau ia menikahi janda itu Bawang Putih tidak akan kesepian lagi. Maka tak lama setelah itu menikahlah mereka, awalnya ibu dan Bawang merah itu baik kepada Bawang putih, namun lama-kelamaan mereka sering memarahi Bawang Putih dan mempekerjakannya di rumah jika ayahnya sednag pergi.

Semua pekerjaan rumah di kerjakan oleh Bawang Putih sedangkan ibu tiri dan kakak tirinya itu hanya duduk bersantai. Bawang Putih tidak pernah mneceritakannya kepada ayahnya tentang semua itu.

Suatu ketika, ayah Bawang putih sakit hingga ia meninggal dunia. Sejak itulah ibu dan kakak tirinya itu semkain berkuasa dan semakin semena-mena kepada Bawang Putih. Setiap hari Bawang Putih selalu bangun subuh mulai dari membuatkan air panas untuk mandi, sarapan, memberi makan makan ternak, mencuci baju ke sungai, menyiram kebun, menyetrika, membereskan rumah dan masih banyak lagi pekerjaan lainnya. namun semua itu ia lakukan dengan gembira karena ia berharap suatu saat ia dapat dicintai oleh ibunya.

Suatu pagi seperti biasa ia melakukan setumpuk pekerjaan, hingga akhirnya ia pergi ke sungai untuk mencuci baju. Dengan tanpa ia sadari ternyata salah satu bajunya itu hanyut dan ternyata baju yang hanyut itu merupakan baju kesayangan ibu tirinya. Dengan segera iapun menyusuri sungai untuk mencari bajunya. Namun setelah cukup jauh ia berjalan akhirnya ia putuskan untuk pulang dengan penuh keputusasaan dan menceritakan kepada ibu tirinya.

“Dasar Ceroboh! Aku tidak mau tahu pokoknya kamu harus membawakanku baju itu! Jangan pernah kau bernai pulang tanpa membawa baju itu, mengerti?”. Ucap ibu tirinya.

Akhirnya Bawang Putihpun pergi menuruti keinginan ibunya, ia dengan teliti menelusuri setiap sudut sungainya. Namun ia belum menemukan baju itu padahal matahari sudah mulai meninggi. Setelah matahari condong ke barat, ia melihat seorang penggembala yang sedang memandikan kerbaunya dan diapun bertanya.

“Wahai paman yang baik, apakah paman melihat baju yang berwarna merah hanyut di sungai ini?, saya harus menemukannya dan membawanya pulang”. Ucap Bawang Putih

“ya nak, tadi saya melihatnya. Kalau kamu mengejarnya dengan cepat pasti kau bisa menemukannya”. Kata Paman itu.

“baiklah kalau begitu, terima kasih paman!”. Ucap Bawang Putih sambil berlari menyusuri sungai.

Hari semkain gelap, namun baju ibunya itu belum juga ia temukan, namun ketika itu ia melihat sebuah cahaya yang berasal dari gubuk dan iapun langsung menghampiri gubuk itu dan mengetuk pintunya.

“Permisiā€¦!”. Ucap Bawang Putih.

Seorang wanita tuapun membukakan pintunya. Dan bertanya.

“Siapa kamu nak?”. Tanya sang nenek.

“Saya Bawang Putih nek, saya sedang mencari baju ibu saya yang tadi hanyut namun hari semakin malam. Bolehkah saya bermalam disini sehari saja?”. Ucap Bawang Putih.

“Boleh nak, apa baju itu warnanya merah?”. Ucap sang Nenek.

“Ya nek, apa nenek melihatnya?”. Tanya Bawang Putih.

“Ya tadi bajunya tersangkut di depan rumahku. Padahal aku sangat menyukai bajunya itu”. Ucap sang Nenek.

“baiklah aku akan memberikannya padamu, tapi kau harus menemaniku selama satu minggu disini. Sudah lama aku aku tidak ngobrol dengan siapapun, bagaimana?”. Tutur sang Nenek lagi.

Bawang Putihpun sejenak berikir, ia kasihan kepada sang nenek yang kesepian dan iapun merasa iba.

“baiklah nek, saya akan menemani nenek disini selama satu minggu, asalkan nenek tidak bosan padaku”. Ucap Bawang Putih.

Seminggupun sudah di laluinya dengan mengerjakan semua pekerjaan yang ada di rumah si nenek itu. Sang Nenekpun tentu saja sangat senang ditemani olehnya. Dan sang nenekpun memanggil bawang putih.

“Nak, kamu seminggu sudah menemaniku disini, kau anak yang sangat baik juga berbakti, aku sangat bahagia. Untuk itu kau bisa membawa baju ibumu ini pulang. Dan satu lagi, kau bisa memilih satu dari dua labu kuning ini untuk ku hadiahkan padamu!”. Ucap sang Nenek.

Awalnya Bawang Putih menolaknya namun sang Nenek memaksanya. Yang akhirnya Bawang Putih memilih labu yang paling kecil.

“Saya takut tidak kuat membawanya nek kalau saya membawa yang besar”. Ujar Bawang Putih.

Ketika ia sampai dirumah, iapun langsung memberikan bajunya ke ibunya. Dan ia langsung pergi ke dapur untuk membelah labu kuning tersebut. Ia kaget ketika labu itu terbuka karena didalamnya terdapat emas permata yang begitu banyak. Saking gembiranya ia berteriak dan memberitahukannya kepada ibu dan kakak tirinya itu. Namun ketika mereka melihat isi labu itu, bawang merah langsung merebut emas permata itu. Dan ibunya memaksa bawang putih untuk menceritakan bagaimana ia bisa mendapatkan hadiah itu, dan iapun menceritakan dengan sejujurnya.

Mendengar cerita iitu merekapun berencana untuk melakukan hal yang sama, namun kali ini dilakukan oleh bawang merah. Singkat cerita bawang merahpun sampai di rumah sang Nenek dan sang nenek meminta dia untuk tinggal selama satu minggu. Nmaun berbeda dengan bawang putih, selama satu minggu itu ia hanya bermalas-malasan kalaupun ia bekerja tidak pernah bagus karena ia bekerjanya hanya asal-asalan. Setelah satu minggu, sang nenekpun membolehkan dia untuk pergi.

“Bukankah seharusnya nenek memberikanku labu sebagai hadiah Karenna aku sudah menemanimu selama satu minggu disini”. Ucap bawang merah

Sang nenekpun akhirnya terpaksa menyuruh bawang merah untuk memilih labu itu, dan iapun memilih labu paling besar lalu ia pergi tanpa ia mengucapkan terima kasih.

Bawang merahpun akhirnya tiba dirumah dan menemui ibunya. Mereka sangat gembira karena labu yang bawang merah dapatkan sngat besar. Karena mereka takut kalau bawang putih meminta bagian, merekapun menyuruh bawang putih untuk pergi ke sungai. Dengan tidak sabar, iapun membuka labunya namun buknlah emas permata yang mereka dapatkan melainkan binatang-binatang berbisa seperti ular, kalajengking dan yng lainnya. binatang itupun langsung menyerang bawang merah dan ibunya sampai mereka meninggal.

Related For Cerita Rakyat Tentang Kisah Bawang Merah dan Bawang Putih