Cerita Rakyat Tentang Danau Toba dan Pulau Samosir Sumatera Utara

Sunday, November 16th 2014. | Kumpulan Cerita

Cerita Rakyat Tentang Danau Toba Sumatera Utara – Danau ini sudah sanagt terkenal sekali keberadaannya. Ceritapun tidak hanya sekedar cerita saja, melainkan kisah atau legenda danau inipun sering diangkat ke dalam judul film. Nah bagi sahabat yang belum mengetahui mengenai ceritanya yuk langsung simak saja informasinya di bawah ini.

Cerita Rakyat Tentang Danau Toba dan Pulau Samosir di Sumatera Utara

Cerita Danau Toba

Di Sumatera Utara tepatnya di sebuah Desa, hidup seorang petani yang memiliki nama Toba. Hidupnya hanya menyendiri di lembah yang begitu subur dan juga landai. Ia mengerjakan semua pekerjaannya sebagai petani untuk menghidupi dirinya sendiri,

Selain ia bekerja di ladang, iapun suka pergi ke sungai yang tak jauh dari rumahnya untuk memancing. Setiap ia memancing sangat mudah ia dapatkan ikannya karena memang ikan disungai itu sangat banyak juga airnya sangat jernih. Ikan hasil pancingannya ia masak untuk dirinya.

Ketika sore tiba, iapun pergi lagi ke sungai untuk memancing ikan, namun setelahnya ia memancing cukup lama, tak satupun ikan yang ia dapatkan. Sang petanipun merasa heran karena baru kali pertamanya ia susah mendapatkan ikan. Karena sudah lama menunggu, Tobapun merasa kesal dan memutuskan untuk berhenti memancing. Namun ketika ia menarik pancinngannya, dengan tidak terduga ikanpun menyambar pancingan tersebut. Lalu hatinyapun yang tadinya kesal menjadi gembira karena ia merasa ikan yang menyambar pancingannya itu merupakan ikan yang sangat besar.

Setelah begitu lama pancingannya itu di bawa kesana kemari ooleh ikan tersebut, barulah ia hentakkan pancingannya yang akhirnya seekor ikan yang besarpun tampak olehnya. Dengan cepat Tobapun menarik ikannya ke darat supaya tidak terlepas lagi. Ketika ia melepaskan ikan tersebut, ikannya memandang Toba dengan begitu seksama dan juga penuh arti.

Setelah ikannya itu diletakkan di satu tempat, iapun lansgung mandi di sungai, iapun sangat gembira karena mendapatkan ikan yang begitu besar. Sesekali ia tersenyum karena membayangkan betapa lezatnya ikan itu jika di bakar nanti. Setelah mandi iapun langsung pulang ke rumah.

Tobapun langsung membawa ikan ke dapur untuk di panggang, namun ketika hendak membawa kayu ternyata kayunya itu habis, dan Tobaun keluar untuk mengambil kayu di bawah kolong rumahnya dan setelah ia mengambil beberapa potong kayu, iapun langsung masuk lai ke dapur.

Namun ketika ia membuka tempat ikannya, ternyata ikan itu sudah tidak ada, dan Tobapun sangat terkejut. Dan ketika ia mengingat ketika di sungai terdapat beberapa keeping emas dekat tempat ikan itu. Karena Toba merasa aneh, akhirnya tobapun masuk kedalam kamar.

Namun ketika ia membuka pintu kamarnya, iapun sangat terkejut karena di dalam kamarnya itu berdiri seorang wanita yang memiliki rambut rambut. Wanita itu menghadap ke cermin sembari menyisir rambutnya. Tak lama kemudian, wanita itupun langsung membalikan badannya dan juga memandang Toba yang sedang bingung. Namun seketika Tobapun terpesona melihat kecantikan wwanita tersebut, karena meskipun sudah mengembara ke berbagai negeri Toba belum pernah melihat wanita secantik itu.

Karena haripun sudah malam, wanita itupun meminta kepada Toba supaya lampunya dinyalakan, lalu wanita itu mengajak Toba ke dapur untuk memasak nasi untuk mereka makan. Sambil mereka menunggu nasi masak, wanita itupun menceritakan bahwa dirinya itu merupakan jelmaan dari ikan besar yang ia tangkap tadi dari sungai, dan kepingan emas itu juga merupakan sisik dari tubuhnya.

Hari-haripun mereka lalui. Setelahnya beberapa minggu Tobapun ingin melamar Wanita itu, dan dia menerima lamarannya namun dengan satu syarat, Toba harus bersumpah kalau dia tidak akan mengungkit asal usul istrinya yang merupakan jelmaan dari seekor ikan. Tobapun bersumpah dan dan mereka menikahlah

Setelah setahun kemduian, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Samosir. Karena Samosir ini sangat dimanjakan oleh ibunya, ia menjadi seorang anak yang pemalas dan kurang baik.

Setelahnya ia cukup besar, ibunya selalu menyuruh Samosir untuk mengantarkan nasi ke ayahnya yang sedang bekerja di lading, namun setiap kali ibunya meminta, iapun menolak permintaan ibunya.

Suatu hari, ibunya lagi-lagi menyuruh Samosir untuk mengantarkan nasi untyuk ayahnya di lading. Awalnya Samosir menolak, namun ibunya terus memaksanya, akhirnya Samosir pergi dengan kesal. Di tengah perjalanan ia merasa lapar dan memakan sebagian besar nasi juga lauk pauknya. Setelah tiba di lading, iapun langsung memberikan nasi itu pada ayahnya. Karena Samosir datangnya terlambat Tobapun sangat kelaparan dan langsung membuka nasinya. Iapun terkejut dan marah ketika melihat nasi yang diberikan padanya sisa-sisa, dan amarahnyapun semakin memuncak ketika Samosir mengaku kalau dialah yang memakannya. Tobapun hilang kesabaran dan ia langsung memukul Samosir sambil mengucapkan: “Dasar anak tak tahu diuntung! Anak kurang ajar! Benar-benar kau keturunan perempuan jelmaan ikan!”.

Samosirpun pulang kerumah sambil menangis. Dan iapun mengadu kepada ibunya bahwa ayahnya memukilinya sambil menceritakan semua yang dikatakan oleh ayahnya. Mendengar cerita dari anaknya, si ibupun sangat sedih apalagi suaminya telah melanggar sumpahnya dulu dengan mengatakan dengan cercaan kepada anaknya. Si ibupun langsung meminta Samosir untuk pergi ke bukit yang tak jauh dari tempat tinggalnya dan memanjat pohon paling tinggi yang ada di puncak bukit tersebut. Samosirpun pergi tanpa bertanya kepada ibunya itu dengan berlari kebukit dan mendakinya.

Ketika Samosir terlihat sudah hampir dekat ke puncak pohon, si ibupun langsung berlari ke sungai. Ketika ia sampai di sungai, kilatpun menyambar dibarengi dengan bunyi guruh yang menggelegar. Sesaat itupun ia lompat ke sungai dan langsung berubah menjadi ikan lagi. Pada saat itu juga hujanpun turun sangat lebat dan terjadilah banjir yang begitu besar. Beberapa saat kemudian, air sungaipun meluap kemana-mana dan lembah sungaipun tergenang oleh air. Tobapun tergenang oleh air dan tidak bisa menyelamatkan dirinya sehingga ia mati. Semakin lama, air itu semakin luas sehingga menjadi sebuah dnaua yang begitu besar yang di namakan Danau Toba. Sedangkan pulau yang ada di tengah-tengah danau itu di sebut dengan Pulau Samosir.

Related For Cerita Rakyat Tentang Danau Toba dan Pulau Samosir Sumatera Utara