Cerita Anak Tentang Si Kancil yang Menolong Kerbau

Tuesday, December 2nd 2014. | Kumpulan Cerita

Si Kancil yang Menolong KerbauPada sutau hari, di hari yang begitu panas si kancil berjalan menyusuri jalan untuk minum di sungai. Setelahnya tiba di sungai, iapun minum begitu lahapnya. Setelah merasa dahaganya hilang, ia berteduh di bawah pohon rindang dengan angina yang sepoi-sepoi hingga iapun merasa ngantuk dan tidur.

Ketika si Kancil sedang enak-enaknya tidur, ia mendengar suara rintihan dan minta tolong. Dengan segera iapun bangun dan mencari-cari arah suara itu. Ketika ia melihat di balik semak-semak betapa kagetnya si kancil, ternyata ia melihat pak kerbau sedang kesatikan karena kakinya di gigit seekor buaya. Si Kancilpun akhirnya mendekat dan mencari tahu apa yang terjadi.

“Halo pak kerbau, apa kabarmu hari ini? kau sama pak buaya sedang main apa? Bolehkah aku bergabung?”. Ucap si kancil berlagak bodoh.

“Aduh Cil,, kabarku sangat sial hari ini…”. kata pak kerbau.

“Tapi kabarku sangat senang dan juga beruntung hari ini.. hahahaha…!” sahut pak buaya.

“Lho… kok begitu? Memangnya kenapa kalian ini? sebenarnya ada apa?”. Tanya si Kancil.

“Begini cil,, ketika aku tadi sedang minum, aku mendengar suara yang meminta tolong. Ketika aku mencari suara itu ternyata seekor buaya sedang kesakitan karena tertimpa pohon. Dia meminta tolong agar aku dapat menolongnya”. Ucap pak kerbau.

“Terus masalahnya apa kenapa bisa jadi seperti ini?” Tanya Si Kancil.

“Aku saja yang lanjutkan, tadi pak kerbau memang menolongku dari tindihan pohon besar itu. Aku bertanya kepadanya, apakah dia mau menolongku dengan tulus? Ia menjawab, iya. Nah, janji adalah hutang bukan?”. Jelas pak buaya.

“Iya.. memang benar, lalu?”. Tanya si Kancil.

“Aku terjebak di bawah pohon itu sudah tiga hari, kepanasan, kehujanan, dan juga kelaparan. Nah ketika pak kerbau menolongku, saat itu aku sedang lapar. Jadi aku tagih janjinya yang katanya akan menolongku dengan tulus dengan ku gigit kakinya untuk menolongku menghilangkan rasa lapar. Jadi, aku tidak salahkan cil? Hahaha…” ucap pak buaya.

“Apakah benar yang di ceritakan pak buaya, pak kerbau?”. Tanya si kancil.

“Iya memang benar cil, tapi tujuanku hanya menolong pak buaya dari tindihan pohon besar saja. Namun aku tak menyangka dia akan memakanku demi menghilangkan rasa laparnya. Nasibku benar-benar malang cil…”. Ucap pak kerbau.

“Tunggu-tunggu… kalau ceritanya seperti itu, memang pak buaya benar dan pak kerbau salah. Jadi pak kerbau harus bersedia untuk dimakan”. Ucap si kancil. Mendengar ungkapan itu pak buaya sangat senang dan pak kerbau menjadi sangat sedih, merintih dan pasrah.

“tapi supaya lebih jelas, bagaimana kalau kita reka ulang adegan yang sebenarnya..?” ucap si kancil.

“Reka ulang gimana maksudnya cil….?” taya pak buaya.

“Maksudnya, kita lakukan sandiwara kejadian yang tadi terjadi. Supaya kita mudah menyimpulkannya, siapa yang bersalah dan siapa yang benar”. Ucap si kancil.

“Buat apa cil? Kan tadi sudah jelas kalau aku yang benar?”. Tanya pak buaya.

“Iya tapi pak kerbau, yang jadi masalah pak kerbau merasa belum jelas dan dia juga merasa kalau dirinyalah yang benar. Nah, supaya semuanya mengerti, maka kita harus melakukan reka ulang. Pak buaya yang cerdas tak mau dibilang memakan kerbau yang tak bersala kan?” tanya si Kancil.

Mendengar dirinya dipuji, pak buayapun semakin besar kepala..

“Wah… tentu saja cil. Kau memang benar, buaya cerdas sepertiku tidak mungkin di sebut penipu. Hahahaha…. baiklah kita reka ulang adegannya. Aku yakin aku benar meskipun diullang hingga beberapa kalipun”. Ucap buaya.

Akhirnya pak buaya melepaskan gigitannya dan mereka melakukan reka adegannya. Pak buaya kembali ketempat ketika dia tetimpa pohon dan pak kerbau mendorong pohon dengan tanduknya. Ketika pak buaya sudah terjebak dan tak sanggup lagi bergerak, si Kancil mengajak pak kerbau untuk lari dan meninggalkan tempat itu.

“Rasakan itu buaya jahat…!! kau berhasil juga aku tipu. Memang kau tak tahu terimakasih. Sudah ditolong malah tak mau balas budi. Sekarang rasakanlah akibat dari kejahatanmu. Kau akan terjebak tanpa ada yang akan menolongmu, satu hewanpun. Hahaha…”. ucap si Kancil sambil berlari.

Mendengar perkataan si Kancil, pak buayapun sangat sakit hati dan dendam.

“Suatu hari nanti, aku akan memmbalasmu kancil..!!!”. pak buaya berteriak.

Pada saat itulah perseteruan si Kancil dan buaya di mulai. Pada cerita berikutnya.

Related For Cerita Anak Tentang Si Kancil yang Menolong Kerbau