Cerita Anak Tentang Si Kancil yang Menipu Harimau

Wednesday, December 3rd 2014. | Kumpulan Cerita

Cerita Anak Tentang Si Kancil Menipu Harimau

Cerita Si Kancil yang Menipu Harimau

Cerita ini merupakan lanjutaan dari cerita Si Kancil dan Buaya yang ketika itu berhasil menyeberangi dengan tipu daya Si Kancil kepada buaya. Setelahnya Si Kancil berhasil menipu sang buaya, iapun merasa kelelahan dan beristirahat sebentar, namun perutnya terasa lapar dan iapun berjalan menyusuri hutan sembari mencari makanan.

Ketika itu, harimau menghadangnya secara tiba-tiba dan berkata.

“Wah kebetulan sekali aku sedang lapar dan aku sangat senang bertemu denganmu”. Ucap harimau sambil keluar taringnya.

Meskipun si Kancil sebenarnya ketakutan namun ia mencoba untuk tetap tenang dan iapun berpikir lagi untuk dapat menipu harimau. Hingga akhirnya ia memiliki ide.

“Izinkan aku untuk mencari makanan terlebih dahulu, jika aku sudah kenyang, maka kau boleh memakanku”. Ucap Si Kancil.

“Benarkah aku boleh memakanmu? Jangan kau coba-coba menipuku lagi kancil. Akan ku beri satu kesempatan untuk kau mencari makan, namun kalau mau lari, aku pasti akan menangkapmu”. ucap harimau mengancam.

“Tentu saja, aku tidak akan lari. Mana mungkin tubuh mungilku ini dapat berlari dari kejaranmu? Aku akan mencari makan dulu naun tolong bisakah kau membalikkan badanmu dulu karena aku snagat takut dengan taringmu”. Ucap si kancil.

“Baiklah aku akan membalikkan badanku, namun jika kau sudah beres makan, kau haruus memberitahukanku”. Ucap harimau.

Setelah harimau membalikkan badannya, si Kancilpun akhirnya pergi lari untuk dapat melarikan dirinya dari santapan sang harimau yang sedang kelaparan itu. Sementara harimau santai menunggu si Kancil makan dan tak sabar untuk menyantapnya.

“Makannya sudah belum cil?” harimaupun mulai tak sabar.

Karena si Kancil tidak juga menjawab, harimaupun segera membalikkan badannya namun ketika itu ia sangat terkejut ketika si Kancil sudah tidak ada melarikian diri, diapun begitu marah dan mengikuti jejak langkahnya si Kancil.

“Bodoh sekali aku dapat ditipu oleh si Kancil. Kemanapun kau pergi aku akan terus mengejarmu. Awas kau kancil!”. Harimaupun marah.

Sementara itu, si Kancil terus berlari tanpa henti hingga nafasnya tersengal-sengal. Hingga ia melihat seekor ular yang sedang tertidur. Iapun berhenti berlari karena takut ular itu terbangun.

Si kancilpun sanngat kebingungan, jika dia berhenti maka dia akan di tangkap oleh harimau, namun jika ia berlari maka ia akan membangunkan ular itu. Namun si Kancil ini memang benar-benar cerdik, iaun mendapatkan akal lagi untuk bisa menipu harimau.

“Baiklah aku akan duduk hingga harimau itu datang”. Ucap si Kancil.

Tak lama setelah itu, harimaupun datang dan mengancam si Kancil.

Hei Kancil…!! Ternyata disini rupanya kau! Berani yak au menipukku! Sekarang aku akan segera memakanmu!” ucap harimau.

“Ssssttttt….! Jangan bicara keras-keras. Sekarang aku sedang diperintahkan oleh baginda Sulaeman menjaga sabuknya”. Ucap si Kancil sembari menunjuk ke arah ular.

“Kau kira aku sebodoh itu? Itu ular bukan sabuk. Kesini kau akan ku makan tubuhmu. Aku sudah snagat bosan dengan semua tipuanmu!”. Ucap harimau.

“Waduh… ternyata kau belum tahu tentang sabuk Baginda Sulaeman penguasa para binatang? Masa raja hutan tidak mengetahuinya. Siapa saja yang memakai sabuk ini, dia akan ditakuti oleh semua binatang”. Ucap si Kancil.

“Jangan berani kau menipuku lagi kancil! Aku sudah tidak percaya kepadamu!” ucap harimau.

“kalau kau tak percaya, coba saja pakai sabuk itu. Tidak ada ruginya kan kalau mencoba?”. Ucap si Kancil.

“Hmmm… kau ada benarnya juga. Baiklah aku akan mencobanya”. Harimau berkata.

Harimaupun mendekati ular dengan menjulurkan lidahnya, namun sayang sang ular itu terbangun karena terganggu oleh harimau, hingga akhirnya ia marah.

“Dasar harimau kurang ajar! Beraninya kau mengganggu waktu tidurku?” ucap ular itu.

Harimau itu sangat terkejut, ternyata itu adalah ular bukan sabuk. Iapun mundur supaya terjauh dari ular. Namun sayang, sang ular itu lagsung membelitnya dan menggigitnya. Harimaupun tidak mau kalah hingga ia mencakar tubuh ular dan menggigitnya. Pertarunganpun snagat hebat dan si Kancil segera memanfaatkan kesempatan itu dengan berlari sangat kencang.

“Aku harus cepat berlari sebelum mereka berdua sadar apa yang terjadi sebenarnya”. Si Kancil berlari dan hilang di tengah hutan.

Related For Cerita Anak Tentang Si Kancil yang Menipu Harimau