Cerita Anak Tentang Si Kancil dan Sekawanan Gajah

Monday, December 1st 2014. | Kumpulan Cerita

Cerita Anak Tentang Si Kancil dan sekawanan Gajah

Cerita Si Kancil dan Sekawanan Gajah

“Blusuukk!!!”

Tiba Si Kancil terjebak dalam sebuah sumur tua ketika ia berjalan menuju pantai. Sumur itu tidak terlihat karena kabutnya yang begitu tebal. Sumur itu merupakan peninggalan tarzan yang sudah lama meninggalkan tempat itu untuk menjadi Tarzan di Kota.

“Aduh kakiku sakit banget!”. Teriak Si kancil sambil kesakitan.meskipun di dalam su-mur itu terdapat air, tapi tetap saja terasa sangat sakit karena airnya tak seberapa. Iapun akhirnya berenang dengan kaki yang terpincang-pincang dan duduk di batu besar di tepi sumur itu.

Si kancilpun bingung dan memikirkan tentang nasibnya. Sumur itu tedapat di tepi hutan, maka jarang sekali para hewan datang kesini, paling juga sekawanan gajah yang menjajaki rute baru, atau serigala yang mencari tambahan makanan, atau juga babi Hutan yang mencari jagung. Itu artinya Si Kancil harus lebih lama menunggu hingga ada binatang yang dapat menemukan dirinya di dalam sumur.

Setelah empat hari ia trejebak dalam sumur,, muncullah sekawanan babi hutan yang melongok di bibir sumur untuk mencari air dan mencari sumber air minum. Si Kancilpun girang ketika melihat babi-babi hutan itu.

“Heeeeiii…!! Bantu aku keluar dari sini!”. Teriaknya si Kancil.

Namun ketika babi-babi itu mendengar suara di dalam sumur, mereka malah kabur terbirit karena mereka menyangkanya itu adalah monster penunggu sumur yang akan memakan mereka.

Si Kancilpun sangat kesal, karena percaya pada cerita monster dan takut kepada monster seperti yang ada dalam pikiran mereka sendiri sehingga setiap yang menakutkan mereka menganggapnya sebagai monster.

Di hari kelimanya ada llagi seekor binatang yang muncul, ia merupakan seekor keledai yang baru saja meloloskan diri darii majikannya. Iapun riang smabil bersiul menyusuri setiap hutan, hingga ia sampai di bibir sumur itu. Si Kancilpun tak mau kehilangan bantuan lagi, dan iapun menyapa si Keledai dengan pelan.

“Hei kawan. Tolonglah aku. Aku terperosok ke dalam sumur ini dan tidak bisa keluar lagi”. Ucap si Kancil.

Sang Keledaipun terheran-heran dan menengok ke dalam sumur. Iapun terus mengamati dasar sumur itu hingga ia melihat snag kancil yang sedang duduk lemas di atas batu. Namun sang Keledai bukannya mmembantu, ia malah tertawa terbahak sampai berguling-guling di tanah.

“Hahahahaha… itukah Si Kancil yang cerdik yang sedang bernasib buruk? Uruslah nasibmu sendiri karena ku tak punya waktu untuk membnatumu. Lagipula ketika aku jadi peliharaan majikanku taka da yang peduli seorangpun kepadaku. Kini giliranmu!! Hahahaha”. Ucap Keledai itu.

Si kancilpun akhirnya ditinggalkan lagi di dalam sumur itu. Ketika hari keenam tiba, datang sekelompok orang yang membawa pedati dan beristirahat di tempat itu. Mereka sepertinya kafilah pedagang yang sedang beristirahat, merekapun mendirikan tenda-tenda dan mulai memasak. Si kancilpun mendengar suara-suara manusia hingga ia berpikir utnuk bersembunyi karena takut di jadikan santapan oleh mereka.

Para pedagang itu, untung saja tidak terlalu melongok kedalam sumur hingga taka da seorangpun yang melihat Si Kancil. Mereka hanya mengambil air sesekali saja dengan ember yang diikat tali. Esok harinya para pedagang itu sudah meninggalkan tempat itu diketahui dari tidak adanya suara-suara mereka. Namun Si Kancil tahu kalau para pedagang itu membuang ember tali itu karena sudah using di dekat sumur.

Pada hari berikutnya, datanglah para gajah yang melintas di dekat sumur. Mereka kehausan dan melihat-lihat dasar sumur itu. Merekapun tak sengaja melihat si Kancil yang sedang tertidur disana. merekapun saling berbisik membicarakan si kancil lalu mereka berteriak memanggil si Kancil.

Si Kancilpun kaget dan ia langsung terbangun. Lau iapun melihat sekawanna gajah yang sedang berada di pinggir sumur dan iapun langsung berpikir bagaimana caranya supaya mereka dapat membantunya keluar dari sumur itu. Akhirnya si Kancil membantu para gajah lalu ia meminta tolong.

“Wahai gajah, kita adalah sobat yang harus saling menolong”. Ucap Si kancil.

Para gajahpun mengangguk ketika si Kancil bicara seperti itu tandanya mereka setuju. Mereka tak menyadari kalau si Kancil berada di sumur itu karena terjatuh.

“Aku tahu kalian sangat kehausan. Aku akan membantu kalian mengambilkan air dari sumur ini. coba kalian lihat, appakah ada ember dan tali yang ada di dekat sumur itu? Kalau ada, coba turunkan ember itu dan ujung talinya pegang, disini aku akan membantu kalian untuk menciduk air”. Ucap si Kancil.

Para gajahpun mencari ember dan tali itu hingga mereka menemukannya, merekapun akhirnya menurunkan ember itu dan si Kancilpun membantu mereka untuk menciduk air dan menyuruh mereka untuk menarik ember yang sudah diisi air itu.

Begitulah berulang kali air diambil dari sumur hingga semua gajah semuanya melepaskan dahaganya dan juga mandi. Setelah itu si kancil berteriak untuk meminta mereka mengeluarkannya dari sumur. Karena para gajah sudah di bantu oleh Si Kancil maka merekapun membantu Si Kancil dari Sumur itu, Si Kancil memegang ember dan para gajah menarik hingga kedasar sumur itu.

Ketika Si Kancil sudah keluar, merekapun bertanya kepada si Kancil tentang bagaimana dia bisa berada di dalam sumur itu. Hingga akhirnya para gajah itu membawakan berbagai macam pucuk daun juga buah-buahan untuk Si Kancil yang terlihat sangat lemah dan sulit berjalan.

Setelahnya Si Kancil menghabiskan waktunya semalam di sana dengan dijaga oleh para gajah, iapun akhirnya merasa dirinya sudah kuat untuk meneruskan perjalannya ke pantai selatan untuk bertemu dengan keluarga Paus Biru yang telah mengundnagnya untuk berbagi pengalaman.

Si kancilpun tak lupa untuk mengucapkan terima kasih dan para gajahpun snagat berhutang budi kepada Si Kancil karena sudah memberi tahu cara megambil air dari sumur. Para gajahpun sengaja membawa ember itu untuk dimanfaatkan oleh mereka dan membawanya ke tempat tinggal mereka, karena disana terdapat sumur yang belum pernah dipergunakan karena tidak tahu cara mengambil airnya.

Related For Cerita Anak Tentang Si Kancil dan Sekawanan Gajah