Cerita Anak Tentang Si Kancil dan Buaya

Sunday, November 30th 2014. | Kumpulan Cerita

Cerita Anak Tentang Si Kancil dan Buaya

Cerita Si Kancil dan Buaya

Di tengah hutan yang rimba serta subur dipenuhi dengan pepohonan mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar, sungai yang besar hingga mmembelah hutan, air yang begitu bening, binatang yang mulai dari terkecil hingga terbesar ada disana seperti harimau, gajah, singa, gorila, buaya dan juga kancil yang di juluki si Kancil.

Si Kancil sangat cerdas, gesit juga licik meskipun ia kecil. Pada sutau hari sekumpulan buaya berkumpul di permukaan sungai menanti mangsanya disiang hari, karena ketika disiang hari para hewan datang untuk melepaskan dahaganya.

Suatu ketika si Kancil terkejut dan melompat, lalu si Kancilpun mengintip apa yang membuat dia terkejut, ternyata seekor harimau sedang mengintip si Kancil hingga akhirnya mereka saling mengintip. Tak lama kemudian, snag harimaupun mendekati si Kancil untuk menerkamnya dan dalam hati ia berkata.

“Ini makanan yang paling enak yang sudah ku tunggu-tunggu”. Ucap harimau.

Si Kancil rupanya terperosok di sudut pohon besar dan ia terjebak hingga tak dapat melarikan diri. Ketika sang harimau semakin dekat dan ingin menerkamnya, si Kancil memiliki ide dan berkata.

“Wahai Raja Hutan, janganlah kau memakan aku, dagingku tidak enak dan kini hanya tulang yang tertinggal, ampunilah aku!”. Ucap si kancil.

Sang harimaupun berkata.

“Pucuk dicinta ulampun tiba, dari pada aku kelaparan mending aku memakanmu supya rasa laparku terlepaskan”. Ucap harimau

Si kancilpun memohon kepada harimau hingga akhirnya ia menawarkan seekor babi kepada harimau itu. Harimaupun berpikir.

“si Kancil betul dari pada aku memakannya dan gak kenyang mending aku menerima tawarannya”. Ucap harimau dalam hati.

Dengan begitu merekapun pergi bersama dan harimau meminta si Kancil untuk menunjukkan dimana babi yang si kancil janjikan itu. Si kancil berjalan di depan harimau. Dalam perjalanan si kancil terus berpikir bagaimana caranya untuk melarikan diri dari harimau. Karena mereka berjalan sudah cukup jauh maka harimaupun bertanya kepada si kancil.

“Hei Kancil, kita sudah berjalan sangat jauh, dimana tempat babi yang kau janjikan itu belum seekorpun yang aku lihat”. Tanya harimau.

“Babi itu ada di sebelah pohon yang ada di depan kita”. Jawab si Kancil.

Sang harimaupun sangat gembira ketika mendengar babinya sudah dekat, namun ketika harimau mendekati pohon itu ternyata taka da seekorpun babi dan iapun menjadi sangat marah dan ngamuk. Sang harimau akhirnya mengejar si Kancil. Namun si Kancil tidak kehabisan ide ia meminta pertolongan, ternyata sekumpulan buaya itu mendengar suara si kancil itu yang sama sedang kelaparan dan dua ekor buaya sudah berada di tepi sungai untuk menyantap si Kancil. Namun si kancil tak boleh kehilangan akal dan ia berkata.

“Aku tak boleh kehabisan akal untuk bisa terlepas dari harimau dan buaya, aku harus menjanjikan kepada mereka makanan yang lebih besr lagi”. Ucap dalam hai si kancil.

Akhirnya si Kancil menawarkan lagi babi kepada sekumpulan buaya itu dan merekapun menerima tawarannya itu. Namun si kancil terlebih dahulu meminta satu syarat kepada buaya-buaya itu, yaitu:

“berbarislah secara teratur mulai dari tepi sungai hingga ke seberang sana”. ucap si kancil.

Lalu sang buayapun memanggil semua temannya, namun tak lama kemudian harimaupun datang dan berkata.

“Oo… rupaya kau disini kancil, kali ini aku takkan melepaskanmu llagi”. Ucap harimau.

Si kancilpun mennjawab dengan tegas.

“Dasar Raja hutan yang bodoh, aku takkan penah takut kepadamu meskipun kau memiliki badan besar, kalau kau berani terkamlah aku”. Ucap si Kancil.

Harimau berpikir sejenak dan berkata dalam hati.

“Si kancil tadi takut kepadaku hingga terbirit-birit, namun sekarang ia malah menantangku”. Ucap dalam hati harimau.

Dengan seketika harimaupun mengejar si Kancil, namun si Kancil dengan cepat pula melompat ke atas kepala para buaya yang dari tadi sudah menunggunya. Hingga akhirnya si Kancilpun sampai di seberang dan berkata.

“Mampuslah kalian sudah aku tipu, badan aja kalian yang besar namun pikiran kalian kosong”. Ucap si Kancil.

Dan buaya-buaya itu marah juga mengamuk kepada si Kancil dan berkata.

“Awas kau Kancil, jika nanti berjumpa lagi akan aku makan kau hidup-hidup”. Ucap sang Buaya.

Related For Cerita Anak Tentang Si Kancil dan Buaya