Inilah Cara Budidaya atau Ternak Kelinci

Thursday, November 20th 2014. | Flora dan Fauna

Inilah Cara Budidaya atau Ternak Kelinci – Banyak orang yang mebudidayakan kelinci untuk usaha maupun karena hobi. Kelinci merupakan hewan mamalia yang berkembangbiak secara cepat. Namun juga sangat retan akan kematian jika kita tidak membudidayakannya dengan cara-cara yang baik dan benar. Kelinci sangat rentan terserang jamur dan juga virus yang sering kali menjadi penyebab kematian terhadap kelinci. Kelinci yang dibudidayakan biasanya akan dimanfaatkab bulu dan juga dagingnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya kelinci adalah lokasi atau kandang yang sesuai, pembibitan, dan juga pemberian pakan. Berikut ini adalah cara budidaya kelinci yang bisa anda terapkan ketika anda ingin memulai budidaya kelinci.

Budidaya Kelinci

Cara Budidaya Kelinci

  1. Pertama kita harus menyiapkan lokasi dan juga kandang terlebih dahulu. Kandang untuk kelinci menurut dibedakan menjadi 3 yaitu kandang induk untuk induk dan anak-anaknya, kandang jantan khusu untuk pejantan (pejantan dan betina di pisahkan untuk mencegah terjadinya perkawinan awal klompok), kandang anak selesai sapih. Sedangkan menurut bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi kandang postal yaitu kandang yang tidak menggunakan halaman pengumbaran, kandang ranch yaitu kandang yang menggunakan halaman pengunbaran, dan yang terakhir kandang battery yaitu kandang yang berderet menyerupai sangkar. Kandang kelinci berfungsi sebagai tempat berkembangbiak maka harus menpunyai suhu yang ideal, sirkulasi udara yang lancer, dan juga harus melindungi kelinci dari predator.
  2. Tahap yang kedua yaitu tahap pembibitan. Bila budidaya bertujuan untuk membudidayakan kelinci yang akan diambil dagingnya maka pilihlah kelinci yang memiliki bobot badan dan tinggi, apabila yang akan diambil adalah bulu maka pilihlah kelinci dengan potensi genetik pertumbuhan bulu yang baik. Selain hal-hal tersebut perlu diperhatikan juga yaitu pilih kelinci yang tidak mudah nervous, bulu tidak kusam, aktif bergerak, mata bersih, dan tidak cacat. Agar bibit dapat berkembang dengan baik maka kita harus melakukan perawatan seperti pemberian pakan yang cukup, mencegah kandang terkena gangguan dari luar, sanitasi kandang harus baik.
  3. Tahap ketiga adalah pemeliharaan kelinci. Dalam pemeliharaan kelinci kita perlu memperhatikan dan juga melakukan beberapa hal. Yang pertama yaitu pengontrolan penyakit. Kelinci yang menunjukkan gejala-gejala penyakit seperti lesu, suhu badan naik, nafu makan berkurang maka kelinci harus dikarantina agar virus ataupun penyakit tidak menular pada yang lain. Yang kedua yaitu tindakan perawatan. Hal ini dilakukan dengan pemisahan anak kelinci yang telah selesai neyusu dari induknya dan juga pemisahan berdasarkan jenis kelamin. Yang ketiga yaitu pemberian pakan. Pakan kelinci adalah sayur-sayuran hijau dan juga wortel, namun kita bisa memberikan tambhaan konsentrat yang terjual di toko-toko hewan. Dan yang terakhir adalah pemeliharaan kandang. Hal ini sangatlah penting karena kandang adalah tempat kelinci hidup dan harus memberikan kenyamanan. Sisa pakan dan juga kotoran harus dibersihkan setiap hari.

Demikialah beberapa hal yang dapat dilakukan dalam cara budidaya kelinci.

Related For Inilah Cara Budidaya atau Ternak Kelinci